salam sejahtera.
Saya adalah warga Raha (ibu kota Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi tenggara).
Kondisi di daerah saya tidak terjangkau oleh media pemberitaan nasional. Memamg terdapat sejumlah wartawan dari media masa lokal yang terbit di ibukota propinsi sulawesi tenggara, tetapi pola pengambilan berita yang mereka lakukan sangat jauh bertentangan dengan undang-undang pers dan kode etik jurnalistik, dimana telah terjadi jual beli pemberitaan atau oleh kalangan wartawan lokal lebih populer dengan istilah "injak-injak kaki" artinya jika seorang pejabat tersangkut sebuah kasus mereka akan mendatangi pejabat yang bersangkutan dan mengancam akan membeberkannya ke media jika tidak diberi uang, akibatnya berita yang disampaikan sangat tidak obyektif. Selain itu masyarakat tidak begitu percaya lagi dengan berita dari media lokal apalagi mereka malihat wartawan lokal bergaya hidup mewah dengan kendaraan roda empat seperti layaknya pejabat daerah. Disampig itu kelemahan wartawan lokal di daerah saya adalah mereka enggan meliput berita yang tidak mengandung nilai rupiah seperti bencana, kerusuhan, dan gejolak sosial lainnya, mereka hanya bernafsu meliput berita yang berhubungan dengan uang seperti penyelewengan anggaaran, korupsi dll.
Dengan kondisi seperti diatas masyarakat tidak lagi mendapatkan berita yang obyektif, dan masyarakat luar tidak mengetahui kondisi yang terjadi di daerah saya. Salah satu akibat dari kondisi ini adalah pemerintah daerah dan elit setempat bertindak semaunya karena tidak adanya kontrol dari media, sedangkan lembaga konrtol masyarakat lainnya seperti universitas belum ada di daerah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar